Saturday, 6 June 2009

Berapa persen kapasitas Blackberry yang Anda pergunakan?




Let's face it, BlackBerry sudah merupakan sebuah perangkat yang sudah sangat mewabah di Indonesia saat ini. Saking tingginya penetrasi penggunaan BlackBerry, komunitas penggunanya telah menyebar dari kalangan professional, hingga menjangkau komunitas ibu-ibu arisan maupun komunitas-komunitas lainnya.

BlackBerry yang awalnya adalah perangkat komunikasi teks-message dua arah, seiring dengan perkembangan teknologi telah menjelma menjadi perangkat dengan seribu satu manfaat.

Dari pengamatan saya, memang ada yang menganggap BlackBerry sebagai status simbol. I suppose there is nothing wrong with that. Tapi dengan sedikit usaha, Anda dapat menggunakan BlackBerry (dan juga perangkat teknologi lainnya) untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi Anda.

Sebagai seorang eksekutif yang banyak melakukan travelling, sejak 2 tahun yang lalu saya telah menggunakan BlackBerry yang terkoneksi ke corporate-email. Sejak itu juga saya tidak lagi menenteng notebook pada saat melakukan travelling karena komunikasi dengan kantor tidak terputus lagi dengan adanya BlackBerry.

Selain untuk mengakses email, saya juga menggunakan BlackBerry untuk hal-hal di bawah ini:
- untuk mengakses personal email dari Yahoo & Gmail,
- untuk mengakses Facebook,
- untuk browsing (via browser Opera Mini),
- untuk chatting via BlackBerry Messenger,
- untuk chatting via IM (YahooMessenger, GoogleTalk, Skype),
- untuk membaca newsfeed,
- untuk mengupdate blog,
- untuk memotret,
- untuk mendengarkan audiobook,
- sebagai kalkulator,
- sebagai alarm,
- dsb.

Walaupun saya termasuk heavy-user BlackBerry, saya yakin masih banyak lagi fungsi dan aplikasi BlackBerry lain yang masih belum saya ketahui dan belum saya manfaatkan.

Anda sendiri sudah maksimal menggunakan BlackBerry?



1 comment:

  1. Boss William, ada dua lagi yang cukup "menarik":

    1. Map, GPS, and location-based stuffs (e.g. Google Latitude and Google Maps, atau BuddyCloud? and beberapa service sejenis)...
    Beberapa alasan:
    - Kualitas Google Maps di Jakarta sudah cukup bagus dan dilengkapi route-planning juga.
    - Lucu sih, terutama fungsi social-networknya (location sharing)

    Tambahan: geo-tagging utk photo-photo

    2. Twitter!!! 'nuf said.

    ReplyDelete